Manusia dan Kebudayaan

          Manusia adalah makhluk yang diciptakan memiliki berbagai budaya. Disetiap tempat pasti memiliki budaya khasnya. Hal ini di pengaruhi oleh perkembangan zaman dan tradisi turun temrun dari keluarga yang terdahulu. 
         Sungguh beruntung kita di ciptakan sebagai manusia yang memiliki akal dan akhlak yang sangat berpengaruh pada tingkah laku dalam keseharian kita. Dengan adanya akal, kita bisa membuat suatu wadah budaya, social budaya, dan ilmu budaya. 

       Dalam diri manusia itu tersusun beberapa unsur yang saling terkait dalam  menompang semua kehidupan diantaranya yaitu:
Jasad,                 : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan   difoto,  dan      menempati ruang dan waktu
Hayat,                 : menggandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak 
Ruh,                    : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan      memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan
Nafs,                   : dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri

Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :

     -Id, yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukan cirialami yang irrasioal dan terkait dengan sex, yang secara instingual menentukan proses proses ketidaksadaran (uncocncius).
     -Ego merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id.
     -Superego, merupakan kesatuan standart standart moral yang diterima olehego.

      -Hakekat manusia
a. Sebagai makhluk ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh, jiwa sebagai kesatuan yang utuh
b. Sebagai makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan makhluk yang lain

1.  Perasaan intelektual,
2.  Perasaan estetis,
3.  Perasaan etis,
4.  Perasaan diri,
5.  Perasaan sosial,
6.  Perasaan religius.
c. Sebagai makhluk biokultural yaitu makhluk hayati yang budaya
d. Sebagai makhluk ciptaan tuhan yang terikat dengan lingkungan

Pengertian Kebudayaan

Kebuadayaan jika dikaji dari bahasa sansekerta berasal dari kata budaya yang berarti budi atau akal. Dengan demiikian budaya mencakup segala aspek kehidupan manusia,baik yang material, seperti  peralatan kerja dan teknologi, ataupun yang non materil,seperti nilai kehidupan dan seni seni tertentu.
E.B.Tylor (1871) mendefinisikan bahwa kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan sebagai anggota masyarakat.
Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.

Unsur-unsur kebudyaan
Menurut C.kluckhohnv di dalam bukunya berjudul Universal Categories of Culture mngemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal,
Yaitu :
1. Sistem religi
2.Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Sistem pengetahuan
4.Sistem mata pencaharian hidup
5. Sistem teknologi dan peralatan
6. Bahasa
7.Kesenian

KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia.
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain, proses dialektis tercipta melalui tiga tahap, yaitu :
1.   Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2.   Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif.
3.   Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disegrap kembali oleh manusia.
Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat atu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan.

“Lunturnya Nilai-Nilai & Kebudayaan Indonesia”


Dalam usia Indonesia yang sudah bisa dikatakan dewasa ini, banyak sekali pengaruh-pengaruh dari luar yang telah mengubah pola hidup di Indonesia. Mulai dari bidang Ekonomi, Sosial, Politik, bahkan dalam bidang Sosial Budayanya. Keterbukaan arus globalisasi tanpa batas ini menyebabkan berbagai budaya asli Indonesia pun mesti terkena seleksi alam. Banyak anggapan para anak muda, kalau budaya Indonesia itu sudah tidak zamannya lagi, bisa dikatakan Kuno. Oleh karena itu mesti adanya suatu gerakan kesadaran pada setiap warga Negara Indonesia untuk turut sadar dan berperan aktif dalam mewariskan dan memelihara budaya asli tanah air tercinta ini.
Menurut penulis sendiri penyebab utama lunturnya nilai-nilai budaya Indonesia adalah
·         Perilaku yang tidak baik serta kurangnya komitmen dan tanggungjawab dari para pemimpin bangsa dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila telah menjalar pada lunturnya nilai-nilai budaya di masyarakat dan telah mendorong munculnya kekuatan baru yang tidak melihat nilai kebudayaan sebagai falsafah dan pegangan hidup bangsa Indonesia. Akibatnya, terjadilah kekacauan dalam tatanan kehidupan berbangsa, di mana kelompok tertentu menganggap nilai-nilainya yang paling baik.
·         Kurangnya perhatian orang tua terhadap pemahaman kebudayaan kepada anak yang berimbas kepada perilaku keseharian anak tersebut.
·         Adanya arus globalisasi yang membuka keterbukaan tanpa batas.
·         System pendidikan kebudayaan di sekolah formal yang kurang mendisiplinkan pelajaran kebudayaan.
·         Kurangnya lembaga-lembaga yang peduli terhadap perkembangan budaya asli Indonesia
·         Kekerasan



Psiko Sosiogram Manusia

 
Penjelasan:
• Nomor 7 dan nomor 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar. Kedua lingkaran itu berada di daerah pedalaman dari alam jiwa individu dan terdiri dari bahan pikiran dan gagasan yang telah terdesak ke dalam, sehingga tidak disadari lagi oleh individu yang bersangkutan. Contohnya : impian atau cita-cita yang diinginkan

• Nomor 5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan (unexpressed conscious). Lingkaran itu terdiri dari pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan yang disadari oleh si individu yang bersangkutan, tetapi siapapun juga dalam lingkarannya. Hal itu disebabkan ada kemungkinan,bahwa:
o          Ia takut salah dan takut dimarahi orang apabila ia menyatakannya, atau karena ia punya maksud jahat.
o          Ia sungkan menyatakannya, atau karena belum yakin bahwa ia akan mendapat respons dan pengertian yang baik dari sesamanya, atau takut bahwa walaupun siberi respons, respons itu sebenarnya tak diberikan dengan hati yang ikhlas atau juga karena ia takut ditolak mentah-mentah.
o          Ia malu karena takut ditertawakan, atau karena ada perasaan bersalah yang mendalam.
o          Ia tidak bisa menemukan kata-kata atau perumusan yang cocok untuk menyatakan gagasan yang bersangkutan tadi kepada sesamanya.
• Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan (expressed conscious). Lingkaran ini di dalam alam jiwa manusia mengandung pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, dan perasaan-perasaan yang dapat dinyatakan secara terbuka oleh si individu kepada sesamanya, yang dengan mudah diterima dan dijawab oleh sesamanya.

• Nomor 3 disebut limgkaran hubungan karib, mengandung konsepsi tentang orang-orang, binatang-binatang, atau benda-benda yang oleh si individu diajak bergaul secara mesra dan karib, yang bisa dipakai sebagai tempat berlindung dan tempat mencurahkan isi hati apabila ia sedang terkena tekananbatin atau dikejar-kejar oleh kesedihan dan oleh masalah-masalah hidup yang menyulitkan.

• Nomor 2 disebut lingkaran hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap sayang dan mesra, melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang atau benda-benda itu bagi dirinya.

• Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jarak jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa manusia tentang manusia, benda-benda, alat-alat, pengetahuan dan adat yang ada dalam kebudayaan dan masyarakat sendiri, tetapi yang jarang sekali mempunyai arti dan pengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Contohnya : ketika seorang pedagang melihat berita tentang DPR akan mengadakan rapat.

• Nomor 0 disebut lingkaran dunia luar, terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan yang hampir sama dengan lingkaran nomor 1, hanya bedanya terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan tentang orang dan hal yang terletak di luar masyarakat dan negara Indonesia, dan ditanggapi oleh individu bersangkutan dengan sikap masa bodoh. Contohnya : anggapan pelajar indonesia yang tak pernah ke luar negeri tentang jepang

0 komentar anda :

Posting Komentar

kritikan anda adalah alat ukur untuk saya